PELATIHAN PENINGKATAN PROFESIONAL GURU DAN REVIEW KURIKULUM TP 2021/2022
- Jum'at, 25 Juni 2021
- kurikulum
- 2 komentar


Menyongsong tahun ajaran baru 2021/2022 tenaga pendidik/guru SMAN 1 Kintamani menyelenggarakan kegiatan workshop. Kegiatan ini mengusung tajuk “workshop peningkatan profesional guru dan reviw kurikulum SMAN 1 Kintamani tahun 2021”. Kegiatan ini diadakan pada kamis, 24 Juni 2021, bertempat di Aula SMAN 1 Kintamani.
Kegiatan ini diawali dengan laporan kepala SMAN 1 Kintamani, I Ketut Ada, S.Pd. Dalam laporannya, I Ketut Ada menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan pertama secara tatap muka yang diadakan pada masa pandemi ini, dimana pada tahun sebelumnya kegiatan seperti ini dilangsungkan secara daring. Kegiatan ini sangat stategis dan penting mengingat sedang dalam persiapan pembelajaran tatap muka (PTM). Pada kesempatan yang baik ini juga, I Ketut Ada menyinggung tentang isu-isu penting mengenai cara mengembalikan karakter peserta didik yang sempat disinyalir menurun akibat pandemi. Sehingga pada saatnya PTM terlaksana, hal ini menjadi urgen dan utama perlu mendapat penanganan yang baik.
Selanjutnya, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Kadis Dikpora) Provinsi Bali yang diwakili Sekretaris Dinas (Sekdis) Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Sekdis Dikpora) Provinsi Bali I Ketut Sudarma, S.Sos membuka workshop peningkatan profesional guru dan reviw kurikulum di SMAN 1 Kintamani tahun 2021. Pada kesempatan itu, Sekdis Dikpora memaparkan, dalam pengimplementasian kurikulum 2013 selama ini di satuan pendidikan tentu masih terdapat kelemahan-kelemahan. Oleh karena itu, kegiatan reviw ini penting dilaksanakan untuk menyempurnakan kelemahan tersebut sehingga pelaksanaaannya dalam tahun ajaran baru nantinya akan dapat berjalan lebih baik. Di samping itu pula, penjabaran kurikulum hendaknya dapat diselaraskan dengan Visi-Misi Pemprov Bali, yang salah satunya adalah mewujudkan SDM Bali yang unggul.
Pada kesempatan ini, Sekdis juga menyinggung masalah persiapan memasuki tahun ajaran baru. Dalam menyongsong tahun ajaran baru 2021/2022 satuan pendidikan akan melaksanakan PTM terbatas. Meski begitu, sekolah masih tetap harus menyediakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang berbasis daring yang selama 1 tahun terakhir ini sudah dilakukan oleh guru. Hal itu perlu disiapkan dalam rangka memfasilitasi anak agar bisa belajar dengan baik. Yang paling menantang adalah jika PTM harus dilakukan saat pandemi masih berlangsung sehingga belajar tatap muka harus dikombinasikan dengan pembelajaran daring. Kondisi ini akan menjadi tantangan tersendiri yang berat bagi para guru. Oleh karena itu, para guru diharapkan untuk selalu berkomitmen, berdedikasi, dan loyalitas dalam melayani pendidikan anak pada masa pandemi ini.
Sekdis Dikpora menekankan bahwa peningkatan kompetensi guru terlebih lagi pada masa pandemi melalui pembelajaran daring merupakan salah satu solusi dalam melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar di satuan pendidikan. Tentu hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang kedepannya bagi satuan pendidikan untuk mengkolaborasikan pembelajaran daring dengan pembelajaran tatap muka sebagai satu pilihan untuk membiasakan dan membudayakan siswa mencari dan menggali pengetahuan dengan memanfaatkan teknologi. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran merupakan sarana yang dapat mempermudah dalam melakukan pembelajaran karena mudah diakses dan banyak tersedia pada portal atau laman pembelajaran. Kuncinya adalah mau dan rajin mengunjungi portal-portal pembejaran. Karena pentingnya kegiatan workshop ini diminta kepada semua peserta untuk mengikuti secara sungguh-sungguh, sehingga hasilnya nanti benar-benar dapat diterapkan dalam pola proses belajar mengajar.
Hadir sebagai narasumber kedua dalam kegiatan ini adalah korwas, Drs I Wayan Darsana, M. Si., M. Pd. Pada kesempatan tersebut, I Wayan Darsana membawakan materi tentang Asesmen Nasional. Tentang tujuan dan sasasaran asesmen nasional. Untuk itu, satuan pendidikan bersiap dalam menyongsong pelaksanaan ini dengan baik dan berupaya nantinya memberikan data dengan jujur dan benar.
Sebagai narasumber ketiga yaitu Drs. I Wayan Gede Jagra, M. Pd. Yang membidangi masalah pendidikan karakter. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa kurikulum yang baik ada di tangan guru yang baik. Dalam konteks ini dalam membentuk karakter anak yang baik diperlukan guru yang baik, yaitu dengan mengoptimalkan proses pendidikan. Bahwa pembentukan karakter peserta didik perlu diintegrasikan pada setiap mata pelajaran sehingga tercipta ssuatu program yang holistik untuk mencetak generasi cerdas dan berkarakter.
Berkenaan dengan pembentukan karakter peserta didik, maka hal ini juga mengacu pada Visi misi Pemprov Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru”. Salah satu implementasi visi misi itu dalam bidang pendidikan adalah membentuk dan mewujudkan manusia Bali yang unggul dan mampu berdaya saing.
Sebagai pembicara terakhir pada acara ini adalah I Dewa Made Arta Wijaya, S. Pd, M. Pd. Pada kesempatan ini I Dewa Made Arta Wijaya memaparkan materi tentang pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB),
- E Dupak
- H PAK
- Pengembangan diri guru
- Publikasi Ilmiah
- Karya inovatif,
- Mengingatkan agar guru-guru untuk tidak malas naik pangkat dengan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku.
- Memotivasi semangat dan kinerja bekerja pagi pendidik dan tenaga kependidikan dengan selalu bertumpu pada keikhalasan dan pelayanan yang tulus.
(Kontributor @Eka P. Adnyana)
2 Komentar
"Kegiatan Pelatihan seperti ini hendaknya bisa dilaksanakan scr rutin dan berkelanjutan, krn sangat bermanfaat utk meningkatkan profesionalisme guru dlm membetikan pelayananyg maksimal kpd peserta didik"